Top Ad unit 728 × 90

Breaking News

recent

Muslim Cyber Army dan Kepanikan Pemerintah

Image result for Muslim Cyber Army
Gerakkan MCA

Oleh: Tiong Ilusi*

Tebar Suara | Sudah lama saya tidak munulis, hal ini di sebabkan karena kesibukan saya diberbagai kegiatan. Termasuk partisipasi dalam acara kemanusian seperti Rohingya dan sebagainya. Kali ini saya melanjutkan tulisan yang sempat tertunda. Karena saya sudah menjanjikan maka saya harus menepatinya. Inilah tulisan hari ini Muslim Cyber Army.

Ada yang bertanya siapa itu kelompok Muslim Cyber Army (MCA). Maka jawabannya, MCA bukan lah sebuah kelompok. Melainkan militan tanpa ada yang mengendalikan. Jadi siapa saja bisa mengaku menjadi bagian dari MCA. Hadirnya MCA bukanlah sebuah aksi. Melainkan reaksi yang sebelumnya ada Jasmev yang dengan liar memciptakan aneka konten menyudutkan lawan politik dan mencitrakan politisinya sebagai orang yang bersih bagaikan malaikat yang tak pernah salah.

Hadirnya MCA menjadi momok yang menakutkan. Apalagi MCA tanpa pemimpin, pengendali dan  militan tentunya. MCA hadir membongkar semua opini busuk mereka, menyebarkan kebenaran dan memberantas hoax mereka. Maka tidak heran kalau banyak anggota MCA yang tertangkap, karena hanya mengkritik pemerintah. MCA menjadi oposisi  cyber yang tangguh dalam melawan pecitraan busuk pemerintah.

MCA tumbuh dengan lair. Mereka bersama ulama berhasil mengumpulkan jutaan umat Islam untuk turun ke Jalan untuk menuntut Ahok dalam kasus penistaan agama Islam. Akhirnya Ahok benar-benar terjeblos kedalam penjara, walaupun kita tidak tau penjara yang bagaimana.

Keseriusan MCA menjadi oposisi, menjadikan pemerintah mati kutu. Pemerintah pun jadi panik. Akhirnya keluarlah langkah-langkah kediktatoran seperti Perpu Ormas, Presiden Threshop 20% dan juga kabar keinginan pemerintah ingin memblokir Medsos.

Kini MCA bukan hanya sebagai cyber yang menakutkan bagi pemerintah Indonesia, bahkan pemerintah Myammar juga angkat bicara soal cyber Indonesia. Aung San Suu Kyi harus mengeluarkan pernyataan, dimana dia mengatakan Netizen Indonesia berhentilah komentar terhadap negara kami, jangan seolah-olah kalian lebih tau dari kami.

Komentar netizen Indonesia terhadap pembantai muslim Genosida terhadap muslim Rohingya oleh pemerintah Myammar di bongkar habis-habisan, dengan foto, video, berita dan aneka komentar lainnya. Selain itu netizen Indonesia juga mendesak untuk mencabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi.

Maka tak heran jika reaksi MCA yang sangat serius dan kritis ini harus di bayar dengan harga mahal. Penangkapan dan penjara adalah hal yang harus mereka tembus. Karena itu saya sangat mengapresiasikan kepada MCA yang berani menyampaikan kebenaran di saat pemerintah yang hoax. Karena setiap orang yang bersebelahan dengan pemerintah pasti akan di awasi dan dicari celah untuk mereka tangkap dan persekusi.

Di akhir tulisan ini dapat kita simpulkan sebagai berikut:
1.      MCA adalah bentuk reaksi bukan aksi menyerang pemerintah. Karena jauh sebelum itu ada Jasmev yang memproduksikan konten bernuansa sara yang berdiri di belakang pemerintah.
2.      MCA adalah gerakan militan tanpa ada peminpin apalagi ada pentolan dan sebagainya. Karena itu siapa saja bisa mengakui sebagai MCA dan tidak heran kalau pemerintah dengan mudah membuat jebakan dan sebagainya.
3.      Ciri utama MCA menyebarkan kebenaran, memberantas hoax dan kritis terhadap pemerintah yang menurut mereka tidak pro rakyat.
4.      Hadir MCA membuat pemerintah panik, apapun pencitraan dan kebusukan pemerintah dibongkar habis-habisan oleh MCA.
5.      MCA tidak bisa di perjual belikan. Kalau ada yang angkat bicara mengaku sebagai ketua MCA, atau lainnya dan ikut menyebarkan hoax pemerintah. Mereka bukan MCA tapi mereka penjilat yang harus dibasmikan bersama. Kerena penjilat sangat berbahaya dan bermuka dua. (Tiong/tebarsuara.com)


*Penulis merdeka yang bebas terbang berkelana
Muslim Cyber Army dan Kepanikan Pemerintah Reviewed by Redaksi Redaksi 12:03:00 Rating: 5

No comments:

All Rights Reserved by Tebar Suara © 2016 - 2017
Thema Design JOJOThemes

Contact Form

Name

Email *

Message *

Sertakan Sumber untuk Setiap Kutipan. Powered by Blogger.